Kisah Berhikmah1: Berfilsafat Salah
Suatu hari, datanglah seorang pemuda kepada Imam Syafi’i, seraya berkata:”Bagaimana bisa Iblis diciptakan dari api lalu Allah menyiksanya dengan api juga di dalam neraka?”
Mendengar pertanyaan yang berlagak filsafat ini, Imam Syafi’i berpikir sejenak. Kemudian beliau mengambil segenggam tanah kering dan melemparkannya ke arah pemuda tersebut. Pemuda tersebut marah dan kesakitan. Imam Syafi’i lalu balik bertanya, “Apakah engkau merasakan sakit?” Dengan kesal pemuda tersebut menjawab, “Jelas sakit.”
Imam Syafi’i berkata, “Bagaimana mungkin seseorang yang dicipta dari tanah dapat merasakan sakit bila dilempar dengan tanah?”
Mendengar pertanyaan ini, si pemuda terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi. Ia paham dengan apa yang dimaksud oleh Imam Syafi’i bahwa meski setan dicipta dari api tetap saja dapat disiksa dengan api!
Hikmah dari kisah di atas
Pada zaman Imam Syafi’i, alam pikir filsafat telah menyebar di kalangan umat Islam, hingga timbullah aliran Mu’tazilah yang lebih mengedepankan rasio daripada Qur’an dan Hadits. Kala itu banyak yang terjebak dalam dunia rasio hingga sukit keluar dari lingkaran setan yang telah dibangun sendiri olehnya.
Memang banyak hal yang tidak kita ketahui dalam dunia ini, apalagi alam akhirat. Dan itu menjadikan bahan-bahan pertanyaan dalam kalangan umat Islam. Tetapi kita harus membatasi diri dalam sebuah pertanyaan. Tidak semua pertanyaan itu memiliki jawaban, dan tidak semua pertanyaan itu baik. Terkadang membuat pertanyaan itu salah apabila tidak masuk dalam batasan-batasan yang telah dilarang dalam Agama karena apapun jawaban dari itu pasti salah karena hanya Allah sajalah yang tahu jawaban tersebut. Wallahu’alam bishowab!
Belum ada komentar.