NeoRevo’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Alam Filsafat Vs Tafsir Al Qur’an: Gazwul Fikri Baru (Neo Mind Battling) Bag. 4

plato.jpg
Wacana hermeneutika untuk diterapkan di Al Qur’an memang sangat bermasalah. Bagaimana tidak, jika Al Qur’an akan ‘dikuliti’ dengan pisau bedah alam pemikiran filsafat Yunani.
Menurut Kattsoff, yang bukunya berjudul Elements of Philosophy kemudian diterjemahkan oleh Soejono Soemargono dengan judul Pengantar Filsafat, kegiatan kefilsafatan itu sesungguhnya merupakan perenungan atau pemikiran. Dan pemikiran jenis ini berupa meragukan segala sesuatu.
Jika berdasarkan di atas, maka Al Qur’an dibedah dengan filsafat artinya pembedahan ini berhasil apabila dari awal kita meragukan kesucian Al Qur’an terlebih dahulu. Artinya untuk mencapai hasil kebenaran, maka pertama harus meniadakan keyakinan atas kesucian Al Qur’an selama ini yang merupakan kalam Illahi yang mana lahfaz dan makna dari Allah. Yang kedua bahwa Al Qur’an tidak suci dari interfensi manusia, dalam hal ini Nabi Muhammad. Dan yang ketiga penyusunanya yang dikatakan sempurna dan tidak dapat dirubah-rubah harus dipertanyakan secara sejarah karena boleh jadi ada masalah dalam hal ini.
Ini semua adalah yang diinginkan oleh orang-orang yang ingin menerapkan alam pemikiran filsafat ke dalam Al Qur’an atau dengan kata lain menggunakan metode hermeneutika. Berawal dari keraguan untuk mencapai keyakinan. Begitu kira-kira maksud mereka.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang hermeneutika berikut penulis sajikan ringkasan dari beberapa artikel tentang hermeneutika ini. Untuk lebih jauh tentang artikel ini baca majalah ISLAMIA vol. III no. 3.
Hermeneutika dan Latar Belakangnya
Pihak teolog Protestan adalah pemicu munculnya sebuah teori penafisiran Bibel dan salah satu tokoh penting untuk hal ini adalah William Dilthey (1833-1911). Dan sebelum Dilthey, muncul tokoh penting untuk hermeneutika ini adalah Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher (1768-1834). Menurut Schleiermacher , Bibel adalah wahyu yang ditulis dalam bahasa manusia oleh karenanya Bibel harus diperlakukan seperti karya-karya tulis lain yang dapat ditafsirkan dengan membebaskan penafsiran dari dogma dan tradisi.
Untuk memulai penafsiran Bibel, Schleiermacher memberi metode bahwa sebuah teks dapat dipahami dengan melakukan penafsiran tata bahasa dan psikologis. Penafsiran tata bahasa berfungsi untuk mengidentifikasi secara jelas makna isitilah bahasa yang digunakan dalam teks. Adapun penafsiran psikologis berfungsi untuk megidentifikasi motif pengarang dalam suatu waktu dari kehidupannya ketika menulis teks.
Dan yang lebih utama lagi menurut Schleiermacher, kitab suci (Bibel) tidak memerlukan metode yang khusus untuk menafsirkannya. Artinya, penafsiran ini harus bebas dari penafsiran tradisional atas nama gereja selama ini.
Hermeneutika ini kemudian dilanjuti lagi oleh Dilthey ( 1833-1911) denagn menambankan aspek sejarah dalam penafsirannya. Baginya, perspektif sejarah sangat penting karena teks yang akan ditafsirkan adalah realitas itu sendiri beserta kesaling-terkaitannya. Dalam pandangan Dilthey, toeri hermeneutika telah berada jauh di atas persoalan bahasa dan pengarang tidak memiliki otoritas atas makna teks, tetapi sejarahlah yang menentukan.
Adapun menurut The New Encyclopedia Britannica seperti yang penulis kutip dari buku Husaini Hermeneutika dan Tafsir Al Qur’an (2007), bahwa hermeneutika adalah studi prinsip-prinsip general tentang interpretasi Bibel. Tujuan dari hermeneutika adalah untuk menemukan kebenaran dan nilai-nilai dalam Bibel.
Demikianlah ringkasan tentang hermeneutika yang dapat penulis sajikan kepada Anda.
Selanjutnya, Siapa saja yang menerapkan hermeneutika ini untuk diterapkan pada Al Qur’an? Dan bagaimana pertarungan pemikiran ini berlanjut ketika orang yang mengaku muslim sendiri yang menerapkan hermeneutika untuk Al Qur’an? Kelanjutannya silakan tunggu artikel berikutnya!

Maret 4, 2008 - Posted by | Artikel Argumentasi

4 Komentar »

  1. saya ijin donloot artikelnya ya (1-4), makasih,

    Komentar oleh kembangkenangan | November 10, 2008 | Balas

  2. mantap

    Komentar oleh aya | November 26, 2008 | Balas

  3. Ok….

    Komentar oleh ayya | November 26, 2008 | Balas

  4. Filsafat …..?

    Komentar oleh rasya | November 26, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.